Oleh : Aufi Scarlet
Chapter-1
“Hidup ini indah…”
“ya.. hidup ini indah sekali…”
Kata itulah yang sedang aku tanamkan dalam alam bawah
sadarku, meskipun kenyataannya hidup itu tak semudah itu. Kata-kata indah,
kalimat motivasi, ayat-ayat suci sering aku baca, dengar dan resapi. Entah
kenapa aku senang sekali membaca rangkaian kata-kata indah.
Ah, sudahlah… bukan itu yang ingin kutulis dalam sebuah
awalan ini.
Ini adalah kisahku, kisah seorang anak manusia yang sedang
mencari jati diri, makna kehidupan, dan cinta.
Namaku Aufi, aku seorang anak laki-laki asal Sukabumi yang
sedang hijrah ke Bandung untuk menuntut
ilmu, walaupun aku juga merasa bersalah, kenapa aku harus “menuntut” ilmu
padahal ilmu itu sama sekali tidak bersalah dan aku bukanlah seorang jaksa.
hehehe…. #guyonan
Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan
tinggi negeri di kota Bandung. Sebagai laki-laki, aku adalah orang yang cukup
tampan kata orang-orang, entah mereka jujur atau hanya sekedar basa-basi aku
tidak terlalu perduli. Aku bercita-cita ingin menjadi inspirator terbaik di
dunia, pengusaha tersukses di dunia, dan aku ingin menjadi orang kaya yang bisa
keliling dunia. Tapi banyak orang yang menertawakanku dengan cita-citaku itu,
dan aku pun tak perduli. Aku sangat percaya kepada diri sendiri bagaimanapun
keadaanku sekarang hingga mereka menertawakanku. Bagiku apa kata orang lain itu
tidak terlalu penting, tapi kepercayaan terhadap diri sendiri itulah yang
penting.
Cita-citaku ingin keliling dunia berawal dari hobiku yang
senang jalan-jalan ke tempat yang indah, aku ingin sekali mengunjungi kota-kota
terindah yang ada di seluruh dunia, seperti Paris, Roma, Makkah, Madinah,
Alexandria, LA, New York, Dubai, Bombay, Madrid, Jogja, Bali, Lombok dan masih
banyak lagi. Selain itu aku ingin sekali mengunjungi tempat-tempat bersejarah
di seluruh dunia, dan aku ingin sekali mengunjungi tempat-tempat wisata terbaik
di seluruh dunia. Bahkan aku punya mimpi, aku akan meminang seorang gadis yang
akan menjadi pendampingku kelak di Bukit Cinta (Jabbal Rahmah) tempat
bertemunya Adam dan Hawa dalam naungan cinta sejati.
Membayangkannya saja sudah indah, apalagi bisa sampai
terwujud, dan aku percaya itu akan terwujud karena aku telah memohon kepada
Tuhan untuk itu, dan aku yakin Tuhan itu Maha Menepati janji sehingga Dia pasti
akan memenuhi permohonanku karena aku telah berdo’a kepada-Nya, dan Tuhan telah
berjanji untuk mengabulkan semua do’a.
“Aku yakin Engkau mendengarkan do’aku ini Tuhan, maka
kabulkanlah do’aku ini, karena aku percaya Engkau Maha Menepati janji”
Tapi selain jalan-jalan jalan di dunia nyata, aku juga
senang sekali jalan-jalan di dunia maya.
ya.. sekarang adalah era informasi komunikasi, sekarang zamannya
internet. Informasi berjalan sangat cepat dengan kemajuan teknologi yang pesat,
dan aku adalah salah satu orang yang hobi berjalan-jalan di dunia maya lewat
internet. Apalagi dengan maraknya situs jejaring sosial seperti Facebook,
Twitter, Messenger, dan masih banyak yang lainnya membuatku semakin betah untuk
berjelajah di dunia maya.
Dan lewat salah satu situs jejaring sosial facebook lah aku
mulai mengenal “dia”. Dia yang kelak membuat duniaku lebih berwarna, dia yang
kelak selalu hadir dalam mimpiku, dia yang kelak dengan senyumnya mampu
menghilangkan segala lara di hati ini, dia yang kelak menjadi matahari yang
sinarnya menghangatkan hati ini, dia adalah Syauqi.- BERSAMBUNG
Setiap kata indah tak sebanding
denganmu,
bahkan kata mutiara tak mampu
melukiskan keindahanmu,
Siapa kamu?
Kamu masuk dihati, menghiasinya,
lalu kamu menguasainya,
ah, biarkan saja aku dikuasai,
biarkan saja aku menjadi budak,
karena menjadi budakmu membuatku
bahagia,
apa karena cinta?
apa itu cinta?
aku tidak terlalu mengerti,
yang aku tau, aku hanya ingin
melihatmu tersenyum bahagia,
tak mau melihatmu menangis
menderita,
-Aufi Syauqi, Sebuah Awalan-