Minggu, 17 Juni 2012

Aufi & Syauqi, Siapa dia?


Chapter 2


***
Hari ini cuaca cukup cerah, bahkan aku harus mempercepat langkahku menuju gerbang kampusku karena tubuh ini terasa sangat panas tersorot langsung oleh cahaya matahari. Sambil berjalan aku melihat jam dan kulihat jarum jam ku melirik kearah pukul 09:58 yang artinya aku harus mempercepat langkahku menuju kampus agar tidak ketinggalan mata kuliah pertamaku di hari pertama masuk kuliah setelah libur panjang.
Akhirnya sampai juga di kampus. Ketika aku mulai memasuki gerbang kulihat suasana di kampus terasa ramai. “Ya, wajar saja karena hari ini adalah hari pertama masuk kuliah setelah libur panjang selama dua bulan” pikirku.

“waduh, gawat nih, sudah jam 10.00” ucapku berbicara sendiri.

Tak pikir panjang lagi, aku langsung berlari
dari gerbang kampus menuju ke ruang kuliahku yang berada dekat masjid utama di kampusku, antara gerbang sampai ke ruang kuliahku berjarak kira-kira 200 meter.
“aku tidak boleh telat di hari pertamaku” pikirku.

“ah, andai saja motorku tidak mogok hingga aku harus menitipkannya di bengkel tadi, pasti kejadiannya gak akan kaya gini” gerutuku dalam hati.

“astaghfirullahal adziim..” itu kalimat refleks yang keluar dari mulutku ketika aku menyadari kelalaianku karena aku telah mengeluh barusan.

Aku yang sedang berlari itu menjadi pusat perhatian, kulihat orang-orang yang disekelilingku melihatku, entah apa yang ada di benak mereka aku tidak terlalu perduli, yang ada di benakku adalah “aku tidak boleh telat”, karena aku benci sekali datang tidak tepat waktu, dan aku tidak mau orang membenciku karena aku tidak on time.

Aku mulai tersenyum ketika aku melihat Gedung Z,

yah itulah gedung dimana terdapat ruang kuliahku, menurut jadwal aku kuliah di Gedung Z.5.4. Aku mulai masuk ke Gedung Z, dengan masih berlari, dan aku mulai menyusuri tangga karena ruang kuliahku Z.5.4 ada di lantai 5. Dengan semangat aku mulai menaiki tangga satu persatu, namun kemudian nafasku semakin cepat dan pendek, tubuh mulai terasa lelah, tapi tinggal 1 lantai lagi.

“SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT” gumamku dalam hati.

Aku mencoba memotivasi diri, itulah yang selalu aku lakukan untuk memotivasi diri, berbicara kepada diri sendiri. Entah sekedar memuji diri sendiri, menyemangati diri sendiri, atau sering juga aku menatap cermin dan tersenyum ramah kepada bayanganku. Itulah caraku untuk memotivasi diri sendiri, kurasakan cara sederhana itu cuku ampuh untuk memberi semangat ketika aku merasa sedang lemah.

Aku masih terus berlari, di ujung tangga kulihat ada tulisan LANTAI 5, entah kenapa aku senang sekali melihat tulisan itu.

Setelah selesai menapaki tangga, aku langsung ‘banting stir’ kearah kanan karena ruang kuliahku berada di sebelah kanan di ruangan yang keempat.

“tinggal sedikit lagi” gumamku,

Di lantai 5 berjejer ruang kuliah yang saling berhadapan, disana ada 10 ruang kuliah dari Z.5.1 sampai Z.5.10. Di lorong lantai 5 itu terlihat sepi, hanya terdengar sayup-sayup suara orang yang sedang berbicara, itu adalah suara dosen yang sedang mengajar di ruangannya masing-masing.

Aku mulai melewati ruang Z.5.1, kemudian melwati ruang Z.5.2, namun ketika aku masih berlari menuju ruangku, tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari pintu ruang Z.5.3 yang memang pintunya sedang terbuka.
Aku yang masih berlari, sontak saja kaget melihat seseorang keluar dari ruang kelas, dia menatap kearahku, ternyata dia adalah seorang wanita. Dia berdiri di depan pintu, kulihat wajahnya nampak sedang cemas, mungkin karena takut tertabrak olehku karena jarak kami hanya sekitar 2 meter.

Terlihat dia nampak manis dengan ekspresi seperti itu. Siapa dia? aku pun baru pertama kali melihatnya, Sudah hampir 4 tahun aku kuliah di kampus ini, tapi baru pertama aku melihat sosok itu. Dia memakai pakaian yang rapih berwarna putih, memakai rok berwarna hitam dan jilbab putih. Pakaian yang sederhana namun terlihat indah. Wajahnya terlihat manis sekali.

“mungkin dia anak baru”, pikirku dalam hati.--

Jarak kami semakin dekat, dan aku tidak bisa menghentikan langkahku, terasa berat sekali. lalu kulihat dia menutup mukanya dengan kedua tangannya dan mulai berteriak.

“aaaaa”dia berteriak.

suara itu tidak terlalu keras tapi menjadi pusat perhatian di ruang Z.5.3. orang orang yang berada didalam ruang tersebut melirik keluar kelas dimana terdapat seorang wanita yang sedang berteriak di depan pintu.
Aku semakin tegang, takut menabraknya, dan akhirnya tepat dihadapannya, dengan cepat sambil berlari aku sedikit menggeserkan badanku ke kiri dengan lompatan kecil, bahu kananku sedikit mengenai bahu kanannya.

Namun benturan itu tidak terlalu keras, sambil masih berlari aku menengok ke belakang, nampak kulihat dia melepaskan tangannya yang masih menutupi wajahnya.

“maaaaaaaaaf” aku mengucapkan maaf kepadanya sambil terus berlari menuju ruang kuliahku.

dia tidak menjawab, mungkin masih kaget dengan kejadian barusan. Atau mungkin dia marah. ah, aku tidak tahu.

Akhirnya aku sampai di depan pintu ruang kelasku Z.5.4. Aku mulai mengetuk pintu dan membuka pintu yang tertutup itu. Dengan nafas yang ‘ngos-ngosan’ aku mulai memasuki ruang kuliahku.

***

Siapa dia?
Masuk kepikiranku,
Menetap dan tak mau pergi,
Bahkan tak bisa kuusir,
Kulihat bintang-bintang dilangit,
Terbayangkan dia,
Entah kenapa dia lebih indah dari pelangi,
Siapa dia?
Aku pun tak tau.
( Aufi & Syauqi, Siapa dia? )


Lihat juga Chapter 1

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates